Menag: Widyalaya Adalah Pesantrennya Umat Hindu, Cetak Generasi Berkarakter
Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan pentingnya peran Widyalaya dalam membentuk karakter generasi Hindu yang unggul. Simak rencana Kemenag membangun Widyalaya Negeri di seluruh kabupaten di Bali.
denpasar – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan pendidikan Hindu melalui lembaga Widyalaya untuk mencetak generasi yang berkarakter dan unggul. Hal tersebut disampaikannya dalam malam puncak Hari Bhakti Pertiwi Widyalaya yang digelar di Universitas Negeri Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar, Bali.
Nasaruddin meyakini bahwa Widyalaya memiliki peran strategis yang serupa dengan pesantren dalam tradisi Islam, yakni sebagai lembaga pendidikan "plus" yang mengedepankan aspek spiritual.
"Saya percaya widyalaya akan mampu menjadi lembaga yang melahirkan generasi Hindu yang unggul dan berkarakter," ujar Menag di Denpasar, Kamis (12/2/2026).
Filosofi "Guru" dan Penyucian Batin
Dalam sambutannya, Menag menjelaskan perbedaan mendasar antara sekolah umum dengan Widyalaya. Menurutnya, sekolah keagamaan seperti Widyalaya tidak hanya menjadi tempat mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga fokus pada pembentukan akhlak dan spiritualitas.
"Kalau sekolah tempat mendapat pelajaran dari guru. Kalau pesantren/widyalaya metodologinya beda (sekolah keagamaan) karena mengajar ilmu dari Tuhan. Ada akhlak, ada penyucian batin di dalamnya," jelas Nasaruddin.
Lebih lanjut, ia membedah makna filosofis dari istilah "Guru" dalam tradisi Hindu. Ia menjelaskan bahwa "Gu" melambangkan kegelapan atau ketidaktahuan, sementara "Ru" berarti obor yang menerangi. Dengan demikian, sosok guru di Widyalaya diharapkan mampu menjadi pencerah bagi batin dan pikiran para peserta didik.
Ekspansi Widyalaya Negeri di Bali
Sejalan dengan visi kementerian, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, I Gusti Made Sunartha, mengungkapkan bahwa pihaknya kini tengah mengakselerasi pendirian Widyalaya Negeri baru.
Langkah ini merujuk pada Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2024 yang telah diperbarui menjadi PMA Nomor 51 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Widyalaya. Saat ini, proses pendirian tengah difokuskan di Kabupaten Jembrana dan Gianyar melalui mekanisme penyerahan aset dari pemerintah daerah ke Kementerian Agama.
"Saat ini proposal tengah berproses dan selanjutnya kita targetkan di semua kabupaten di Bali ada widyalaya negeri yang didirikan oleh pemerintah langsung melalui Kementerian Agama," pungkas Sunartha.
Melalui kehadiran Widyalaya Negeri di setiap kabupaten, diharapkan pendidikan keagamaan Hindu dapat lebih merata dan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kejujuran dan karakter yang kuat. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



