PBB Pangkas 25 Persen Kontingen Penjaga Perdamaian Akibat Kekurangan Dana
Delapan personel Polda Bali yang mengikuti misi perdamaian dunia di bawah bendera PBB di Bangui, Republik Afrika Tengah. (FOTO: ANTARA/HO-Humas Polda Bali)

PBB Pangkas 25 Persen Kontingen Penjaga Perdamaian Akibat Kekurangan Dana

PBB akan mengurangi sekitar 25 persen pasukan dan polisi penjaga perdamaian karena krisis dana. Dampak pemangkasan ini diperkirakan mencapai 13.000-14.000 staf, terkait negara anggota yang menunggak kontribusi.

TIMES Denpasar,Kamis 9 Oktober 2025, 06:21 WIB
185.5K
R
Rochmat Shobirin

JAKARTAPerserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akan memangkas kontingen penjaga perdamaian sekitar 25 persen akibat kekurangan dana. Keputusan ini berimbas pada pasukan, polisi, serta sejumlah staf sipil di berbagai misi PBB, kata seorang pejabat tinggi badan dunia yang tidak ingin disebut namanya.

“Secara keseluruhan, kami harus mengurangi sekitar 25 persen dari total pasukan dan polisi penjaga perdamaian beserta peralatan mereka. Sejumlah besar staf sipil di misi PBB juga akan terdampak,” ujar pejabat tersebut.

Dampak pemangkasan dana ini diperkirakan akan menyentuh 13.000–14.000 staf penjaga perdamaian. Menurut pejabat itu, penyebab utama krisis adalah keterlambatan atau tidak dibayarnya kontribusi dari negara-negara anggota.

“Pemangkasan dana ini merupakan akibat langsung dari negara anggota yang tidak membayar kontribusinya secara penuh dan tepat waktu,” tambahnya.

Sebelumnya, pada 2 Mei 2025, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengusulkan penghentian total pendanaan untuk operasi penjaga perdamaian PBB dalam rancangan anggaran tahun fiskal 2026. Trump menilai operasi tersebut tidak efektif dan terlalu mahal bagi AS.

Selain itu, Trump juga mengusulkan penangguhan sebagian besar kontribusi wajib dan sukarela untuk struktur PBB, termasuk WHO, UNESCO, dan anggaran rutin organisasi internasional tersebut.

Pemangkasan ini menimbulkan kekhawatiran atas efektivitas misi perdamaian PBB di berbagai wilayah konflik. Para pengamat menilai bahwa berkurangnya pasukan dan sumber daya akan memengaruhi stabilitas operasi PBB di lapangan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Rochmat Shobirin
|
Editor:Imadudin Muhammad

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Denpasar, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.